Mocthar
Embut
Komponis
Besar Indonesia
Oleh
: Musafir Isfanhari
Tanggal
5 Januari 2012 kemarin komponis besar Indonesia almarhum Mochtar Embut genap 78
tahun . Ternyata, tak banyak yang tahu siapa gerangan Mochtar Embut.
Sesungguhnya, Mochtar Embut adalah komponis besar Indonesia, jelajah musiknya
sangat luas, ia menulis mulai dari lagu untuk anak-anak, Iagu Mars, lagu
Hiburan (istilah waktu itu untuk lagu Pop) sampai lagu komposisi untuk piano
klasik. Saya pernah membuat semacam survey kecil kecilan tentang Mochtar Embut.
Ternyata tak banyak yang tahu/tak banyak yang kenal. Popularitasnya kalah
dengan Ismail Marzuki (Ismail Mz). Ini terlihat ketika saya tanyakan siapa
Ismail Marzuki? banyak yang mengenalnya bahkan bisa menyebut beberapa
ciptaannya. Padahal Lagu "Keluarga Berencana" dan "Mars
Pemilu" yang sering diperdengarkan di radio, televisi dan sekolah sekolah
itu juga ciptaan Mochtar. Bahkan lagu ciptaannya "With The Deepest Love
From Jakarta", mendapat penghargaan pada festival Musik Pop di Jepang. Ia,
Mochtar Embut yang dilahirkan di Makasar 5 Januari 1934 adalah seorang yang
pemalu dan tidak menyukai publisitas. Konon, ketika ia jatuh cintapun ia hanya
ungkapkan lewat lagu lagu yang diciptakannya, antara lain "Diwajahmu
Kulihat Bulan" lagu yang ditulisnya tahun 1960 itu menggambarkan suasana
hatinya. Tengoklah isi syaimya :
Diwajahmu
kulihat bulan/ Bersembunyi disudut kerlingan/ Sadarkah tuan kau ditatap
insan/Yang haus akan belaian/Diwajahmu kulihat bulan/Menerangi hati gelap
.rawan/ Biarkan daku mencari naungan/ Diwajah damai rupawan/ Serasa tiada jauh
kau mudah dicapai tangan/ Ingin hati menjangkau/ Kiranya tinggi
diawan/Diwajahmu kulihat bulan/Yang mengintai dibalik senyuman/Jangan biarkan
kutiada berkawan/Hamba menantikan tuan.
Baris
baris kalimatnya yang memelas tapi indah dan puitis itu mencerminkan kerendahan
hatinya, perasaannya yang halus dan berhati hati, serta hidupnya yang sepi.
Presiden Megawati (waktu itu 2003) pernah juga menyanyikan lagu tersebut. Lagu
ciptaannya yang lain berjudul "Disudut Bibirmu" pesan syairnya
kira-kira sama, yaitu mengekspresikan perasaan hatinya yang gundah tak
tersampaikan, walau bergejolak didalam dada. Simaklah syairnya : Disudut
bibirmu/ kumenghirup seteguk senyum/ yang menghias paras bening Dewi Ratih/Disudut
bibirmu/kulukiskan gairah cintaku/ Yang bertahun t/ah kusimpan, didalam dada/
Hamba mencari i/ham/ ditepian wajahmu/Lagu indah bersulam/ kan kujalin bagimu/
Disudut bibirmu/ Kau sebarkan wangi puspita/ Yang meresap sampai jauh dilubuk
kalbu.
Diusia
4 tahun Mochtar sudah menulis lagu anak anak dengan judul
"Kupu-Kupu", lagu anak yang lain yang ditulis antara lain "lbu
guru kami" Mochtar Embut juga membuat komposisi dalam bentuk Musikalisasi
Puisi, ada 9 komposisi musik yang is ciptakan untuk puisinya WS Rendra.
Minggu
18 Desember 2011 yang lalu, di CCCL ( Salle France /Pusat Kebudayaan Perancis)
masyarakat pecinta musik diSurabaya mendapat kesempatan yang langka, ketika
Anita Tansajaya pianis muda berbakat dari Surabaya mempergelarkan konsert piano
dan Vokal komposisi Mochtar Embut, yang diberi label SIMFONIA KHATULISTIWA.
Semula saya tidak paham apa hubungan antara Mochtar Embut dengan Simfonia
Khatulistiwa, karena dalam undangan tak dicantumkan repertoirenya. Baru saya
pahami ketika acara dimulai. Malam itu temyata disajikan komposisi selain
Mochtar Embut juga komposisi komposisi musisi diwilayah Khatulistiwa
(Indonesia) yang lain. Yaitu komposisi cantik dari Yazeed Djamin, Ananda
Sukarlan, FX Soetopo, Trisutji Kamal dan Mochtar Embut sendiri. Barangkali
tidak banyak yang mengenal kelima komposer tersebut, tapi mereka adalah
orang-orang hebat Indonesia. Sebut sajaAnanda Sukarian misalnya, is satu
satunya orang Indonesia yang namanya tercantum dalam buku "The 2000
Outstanding Musicians of The 20th Century" buku ini berisikan riwayat
hidup 2000 orang yang mendedikasikan hidupnya untuk musik. Malam itu, Andy
(demikian dia biasa dipanggil) menyumbang tiga komposisinya : "Rapsodia
Nusantara 4" dan "Rapsodia Nusantara 5" (komposisi yang diilhami
dari lagu daerah Indonesia), komposisi yang indah dengan faktor kesulitan yang
tinggi dan "Sajak untuk Bung Bung" sebuah komposisi dalam bentuk
Musikalisasi puisi diambil dari puisi penyair Sapardi Djoko Damono. Komponis
berikutnya adalah FX Soetopo, jabatan terakhir adalah Direktur Kesenian-Direktorat
Kebudayaan Depdikbud. Arek Jombang ini menulis lagu untuk puisinya Chairil
Anwar "Cintaku Jauh Dipulau", sebuah karya Musikalisasi Puisi yang
cantik. Mas Topo (panggilan akrabnya) tidak sekedar menempelkan nada-nada
diatas syair tetapi ia menghayati benar dinamika syairnya dan kemudian
menyesuaikan dan menselaraskan dengan dinamika musiknya, sehingga melahirkan
jalian melodi yang "nyambung" dengan syairnya. Komponis Berikutnya adalah
Yaseed Djamin pendiri NSO (Nusantara Symphony Orchestra) ini menyumbang satu
komposisinya dengan judul Srikandhi. Komponis terakhir adalah Kanjeng Raden Ayu
Trisutji Kamal dikalangan musisi klasik dipanggil Trisutji Kamal menyumbang dua
komposisinya yaitu "Tad pohon dan Daun yang Berguguran" dan "Soleram
Fantasi" Mochtar Embut sendiri menyumbang paling banyak dalam konsert
malam itu: Kamajaya (dilhami dari kisah kasih dalam dunia pewayangan antara
batara Kamajaya dengan Dewi Ratih yang dianggap sebagai simbol keluarga yang
harmonis), Sandiwara,
Srikandi,
Kasih dan pelukis dan Gadis Bernyanyi dicerah hari. Akan halnya Anita
Tansajaya, malam itu ditemani oleh Yosafat Ranu Leppong dan Anis Witresstirani.
Dua vokalis yang menjanjikan ini, menyanyikan komposisi komposisi Mochtar untuk
piano dan vokal. Mochtar Embut meninggal di Bandung 20 Juli 1973 karena Liver
dan kanker hati. Tapi komposisi komposisi piano klasiknya sampai sekarang masih
menjadi acuan bagi pianis Indonesia, di Jawa Timur beberapa komposisi untuk
piano bahkan dipakai bahan ujian piano Dinas Pendidikan Jawa Timur antara lain
: Anak Perahu, Valse, Kuda Lumping dan beberapa yang lain.

Komentar
Posting Komentar