Langsung ke konten utama

MUSIK DAN NASIONALISME

MUSIK DAN NASIONALISME


1. Musik adalah bahasa bunyi, jadi seseorang bermain musik artinya dia sedang menyampaikan perasaannya lewat bunyi, perasaan itu bermacam macam bisa patah hati, jatuh cinta, benci, rindu,dendam, memuja kepada Tuhan, memuji kepada tanah air dsb. Jadi ketika pemusik memainkan musiknya sementara penontonnya ribut sendiri samasekali tak merespon bunyi yang dihadirkan, artinya pemusik tersebut gagal mengekpresikan perasaannya.

2. Ada 4 (empat) karakter bunyi :

a. mempunyai PITCH.
b. mempunyai DURASI
c mempunyai INTENSITAS
d. mempunyai TONE COLOR




3. Selain keempat karakter bunyi tersebut, ada satu hal lagi yang penting yaitu PEMBAWAAN ATAU PENAFSIRAN lagu.
4. Dengan mengenal keempat karakter bunyi tersebut ditambah dengan Pembawaan dan Penafsiran lagu, pemusik akan lebih maksimal dalam mengekpresikan perasaannya. Persoalannya kemudian adalah : ketika seorang pemusik tak bisa maksimal memanfaatkan keempat karakter bunyi tersebut, larinya ke liryk, sehingga terjadilah sebuah musik yang sederhana dengan liryk yang berkobar kobar.

5. Nasionalisme adalah faham kebangsaan, khusus nasionalisme Indonesia jiwanya ada pada penghormatan kepada perbedaan, dan penghargaan kepada kebhinekaan tanpa membedakan latar belakang. Bung Karno punya rumusan yang lebih mencakup : Kita mendirikan Negara semua buat semua.

6. Menghubungkan antara MUSIK dan NASIONALISME adalah bagaimana membangun dan meningkatkan semangat nasionalisme melalui ciptaan ciptaan musik.

7. Sesungguhnya masih sulit dicari rumusannya bagaimana menciptakan sebuah lagu (musik) yang dapat membangkitkan semangat (Nasionalisme, Patriotisme dll). Almarhum Koesbini pencipta lagu BAGIMU NEG’RI dalam sebuah ceramahnya pernah mengatakan bahwa lagu BAGIMU NEG’RI ditulis sebagai lagu anak anak (dolanan) tidak seperti sekarang ini menjadi sebuah lagu HYMNE yang penuh makna. Persebaya punya lagu Mars untuk membangkitkan semangat, namun yang terkenal adalah OLE OLE lagu yang sederhana bahkan liriknya tidak punya makna harafiah, Para supporter menyanyikan lagu tersebut dan terbukti mampu membangkitkan semangat pemainnya. RAJ Sudjasmin seorang komponis , tertarik dengan puisinya Chairil Anwar berjudul AKU , ia ciptakan musiknya dengan karakter semangat sesuai dengan karakter puisinya yang berapi api,padahal yang sesungguhnya puisi itu adalah penolakan Chairil akan ajakan ayahnya untuk kembali berkumpul diMedan.

8. Namun secara umum menulis lagu untuk membangkitan semangat Nasionalisme (dan yang lain) adalah dengan membuat durasi dgn ritmis yang patah2/menghentak, dalam irama Mars (tempo di Marcia), dan dalam tangganada Mayor, walaupun banyak juga lagu yang ritmis tidak patah2/menghentak , tidak berirama mars dan tidak mayor namun mampu juga membangkitkan semangat Nasionalisme.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Musik Indonesia

HARI MUSIK INDONESIA 09 MARET, . . LALU . . . .  Banyak yang belum tahu, tanggal 09 Maret adalah Hari Musik Indonesia. Padahal Hari Musik Indonesia tersebut sudah dicanangkan lebih sewindu yang lalu, dimasa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri. Tanggal 09 Maret dipilih sebagai Hari Musik Indonesia atas usulan PAPPRI (Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia), karena hari itu adalah hari lahir pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya WR Soepratman 09 Maret 1903. Sayangnya gaung dihari itu tak terasa sama sekali. Di salah satu Televisi swasta seorang presenter hanya menyebutkan hari itu adalah hari musik Indonesia lalu kemudian dia kembali kepada acara yang dibawakannya, tanpa sedikitpun ulasan tentang hari musik itu sendiri, misalnya mengajak audiens mengenang sejenak WR Soepratman yang berjasa menciptakan lagu yang terbukti mampu menyemangati, mengilhami para pejuang bangsa mencapai kemerdekaan Indonesia. Di Perancis (yang hari musik diperingati seti...

LAGU ANAK

Waktu berlalu, jaman sudah berubah, anak anak sekarang sudah tak tertarik lagi menyanyikan lagu “Balonku ada lima” atau “Naik naik kepuncak gunung”. Mereka lebih fasih menyanyikan lagunya NIDJI, ST 12, GEISHA atau KERIS PATIH, atau penyanyi solo Afgan,Vidi Aldiano, AgnesMonica dll. Secara teknis lagu lagu Pop tersebut lebih sulit dinyanyikan karena lompatan nadanya (intervalnya) yang rumit, begitu juga pola ritme yang variatif. Tapi tokh, anak anak masa sekarang mampu menyanyikan dengan pitch controle yang tepat, begitu pula pembawaannya rata rata juga bagus. Tengok saja dilomba lomba nyanyi anak di Televisi, mulai tekhnik vocalnya, pembawaannya sampai performancenya rata rata bagus bahkan mendekati sempurna. Persoalannya sekarang adalah, apa cocok lagu orang dewasa untuk anak-anak?. Saya secara pribadi tak terlalu risau dengan fenomena ini, mengapa ? Karena, Musik itu sesungguhnya adalah bahasa bunyi. Jadi ketika seseorang menyanyi yang dirasakan dan dinikmati adalah keindahan bunyi i...

CHAIYYA CHAIYYA, NORMAN KAMARU DAN SIKAP KAPOLRI.

CHAIYYA CHAIYYA, NORMAN KAMARU DAN SIKAP KAPOLRI. Seorang remaja putri usia 17 tahunan ngrumpi : “Aku gak tahu lho, kalau Briptu itu pangkat dalam kepolisian, aku pikir itu nama lengkap Norman Kamaru, eh . . ternyata itu pangkatnya Norman”. Remaja itu lalu meneruskan : “ Yang aku tahu itu Sersan, Kopral, Kapten, Jenderal”. Cerita diatas menunjukan betapa Norman Kamaru secara tidak sengaja telah menjadi duta Kepolisian, mempublikasikan dan memperkenalkan “Apa dan Siapa” Kepolisian, dengan . . maaf . . . beaya yang murah, tapi berhasil dengan sukses. Norman berhasil memberi citra yang bagus dan positif bagi Kepolisian. Betapa tidak?, banyak orang (termasuk remaja tadi) makin tahu dimana Gorontalo itu, bahkan tahu siapa Kapolda Gorontalo. Atau kalau tidak percaya, coba tanya siapa Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo ? sekarang banyak yang tahu lho.  Berikut ini ada cerita semacam itu yang pernah saya baca : Suatu ketika Kedutaan Besar Republik Indonesia di salah satu negara Er...